Perlukah Ibu membantu Suami dengan ikut Berbisnis

Menjadi seorang pebisnis adalah Keinginan bagi banyak orang. Bisnis bisa menjadi sebuah aset untuk masa depan bagi banyak orang, karena banyak orang menyadari bahwa kita tidak selamanya bisa bekerja di suatu perusahaan. Ketika nanti mempunyai keluarga perhatian kita selain ke Pekerjaan atau bisnis, pastinya juga ke anak dan Pasangan. Di dalam sebuah keluarga biasanya ada beberapa isteri yang membantu suaminya dengan ikut berbisnis. Lalu sebenarnya Perlukah Ibu membantu Suami dengan Ikut berbisnis? yuk kita sharing.

Sudah menjadi kewajibannya setiap pasangan manusia yang menikah memiliki tanggung  jawab masing-masing setelah menikah. Tugas Suami adalah bekerja atau Berbisnis mencari nafkah, sementara tugas isteri adalah mengurus rumah, menjadi ibu bagi anak-anaknya dan menjadi seorang isteri bagi pasangannya. Namun saat ini sudah menjadi hal yang tidak asing lagi jika wanita juga ikut bekerja atau membuka sebuah bisnis untuk membantu menyokong kehidupan rumah tangga bersama.

Saat ini seorang wanita yang memilih karir sebagai pebisnis setelah menikah sudah banyak. Seorang Isteri yang juga menjadi seorang ibu ini berfikir jika dengan menjadi pengusaha, waktu mereka akan lebih banyak untuk keluarga dibandingkan hanya dihabiskan untuk bekerja di kantor. Mereka memilih bisnis juga karena beberapa dari mereka menyukai bisnis dan memiliki passion di bidang tersebut. Walaupun Ibu yang juga Isteri ini yang memiliki usaha sendiri, sang suami tetap berkewajiban untuk memberi nafkah kepada isterinya berupa uang yang diberikan untuk keperluan bersama. Isteri tidak berkewajiban memberikan penghasilannya untuk kebutuhan keluarga, anda bisa tabung untuk keperluan lainnya.

Lalu seiring berjalannya waktu bagaimana jika muncul masalah kesenjangan antara suami dan isteri akibat dari masalah keuangan pribadi masing-masing. Maksudnya bukan karena tidak memiliki uang untuk membantu menunjang rumah tangga mereka, namun karena pendapatan sang isteri dari hasil usahanya, ternyata lebih besar dibandingkan pendapatan suami dari hasil bekerja. Hal ini perlu diperhatikan karena bisa memicu konflik antara suami dan isteri nantinya. Mungkin karena isteri yang lebih besar lalu lebih dominan di dalam keluarga, sehingga sang suami merasa terganggu dengan hal itu.

Biar tidak menjadi kesenjangan nanti lebih baik bicarakan dari awal, dan perlu di ingat jangan menggunakan Ego anda ketika bermusyawarah dengan pasangan. Sebenarnya salah satu yang membuat ibu membantu suami dengan ikut berbisnis adalah pemikiran tentang kurangnya penghasilan dari sang suami. Padahal banyak yang bilang, ketika menikah nanti Tuhan akan mencukupkan Rezeki kepada anda.

Kembali lagi kepada hasil dari diskusi pasangan suami isteri, perlu di Ingat, sang suami lah yang sangat berkewajiban untuk menafkahi isteri, bukannya isteri yang menafkahi keluarga. Happy Family!

(Visited 136 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *