Siapakah sosok Muslimah yang akan kita bahas kali ini? Beliau adalah Dunianti Hinda Maharani, atau akrab dipanggil dengan nama Aisha Maharani, seorang Muslimah Founder Komunitas “Halal Corner”, yang sekarang sudah banyak mengisi acara talkshow karena beliau adalah seorang sociopreneur terutama di dalam kasus yang berhubungan dengan “Halal”. Tak hanya itu, beliau kini juga sudah meluncurkan sebuah buku yang berjudul “Halal is My Way”.

Tertarik dengan wanita Muslimah kelahiran 31 Mei 1979 yang satu ini? Yuk kita cari tahu tentang kesibukan dan perjalanan karir nya!

Perjalanan teh Aisha dalam mendakwahkan informasi seputar Halal ke masyarakat dimulai saat ia menggunakan jejaring Sosial Twitter. Melalui 140 karakter itu ia gencar memberikan informasi seputar halal-haram. Di luar dugaan respon masyarakat begitu besar terhadap informasi-informasi yang ia bagikan.

Pada saat itu, ia masih bekerja di LPPOM, mengurus jurnal Halal. Sepulang kerja, selepas anak-anaknya beristirahat, ia membuka laptop, mulai berselancar di dunia daring. Membalas satu per satu respon atas informasi yang ia bagikan sebelum-sebelumnya. Begitulah rutinitasnya, bahkan ia mengaku harus mengorbankan waktu tidurnya saking banyak nya pertanyaan yang harus ia balas.

“Ini membuktikan bahwa masyarakat masih kekurangan dan butuh lebih banyak informasi” .

Berseling dengan itu, tercetuslah ide untuk membuat komunitas yang membantunya, menjadi perpanjangan tangan nya untuk menginformasikan halal ke masyarakat secara tatap muka.

teh Aisha merasa, dulu ketika berbicara halal, respon orang masih seperti takut atau abai. Karenanya ia berfikir, bagaimana caranya memberikan informasi halal, tapi masyarakat tidak merasa enggan dan berat untuk menjalan kan nya. Maka dibentuklah komunitas, program – program yang dikemas dengan santai tapi asyik.

Di bawah asuhan nya, biiznillah, Komunitas Halal Corner berkembang cepat. Selain Followers di twitter bertambah, juga pelbagai chapter komunitas halal ini berdiri di pelbagai kota besar di Indonesia. Saat ini, kendati komunitas Halal Corner sudah tak lagi ia pegang sepenuhnya, perkembangan masih positif.

Selain berdakwah melalui social media, juga ada langkah nyata yang dilakukan komunitas ini. Kegiatan daratnya, di jalan – jalan, dakwah on street. Ada kelas kecantikan, kelas memasak dan seminar yang dipegang di pusat. Di daerah – daerah, seperti Bandung atau Jakarta dipegang oleh penanggung jawab komunitas tersebut.

“Seperti saat ini, kita sedang menggencarkan program Sebakul. Sebar Kuas Halal ke pedagang – pedagang, khususnya pedagang sate. Karena tidak sedikit kuas yang beredar di pasaran diambil dari bulu babi” jelas nya.

“Nah, kita turun, aksi, berikan edukasi. Kita ganti kuas sebelumnya dengan kuas halal secara gratis” lanjutnya.

Kendati tidak mudah dan kerap dipandang nyinyir, Aisha Maharani tetap tegar. Dia tak menghiraukan cibiran – cibiran yang hanya akan mengganjal langkah dakwahnya. Teh Aisha sadar, jalan yang ditempuhnya bukan jalan yang lempang. Karenanya ia kerap mengusung satu spirit sebagai bahan pakarnya.

“Komunitas ini bertujuan mencerdaskan umat dan menjadikan halal sebagai gaya hidup. Makanya kita moto nya Halal is My Way”, ungkap teh Aisha.

“Bagaimana umat meyakini halal bukan hanya kewajiban tapi memang ini kebutuhan untuk mencapai ridha Allah. Jadi kalau sudah butuh tidak banyak protes lagi”, tandasnya

Sangat menginspirasi sekali ya kisah inspirator Halal, teh Aisha Maharani. Mau tau kisah – kisah inspiratif lain nya? Stay tune terus di ibudigital.com

(Visited 600 times, 1 visits today)