Tips Parenting – Bukan hal aneh bila di zaman now orang tua lebih mengkhawatirkan buruknya nilai rapor dan ijazah anaknya ketimbang adab. Orang tua sudah melupakan pentingnya mendahulukan adab daripada ilmu. Tidak sepenuhnya salah orang tua. Sistem pendidikan zaman now memang menuntut siswa berprestasi baik kalau ingin tetap bisa melanjutkan pendidikan. Tidak peduli apakah perilakunya juga baik, terutama terhadap guru.

Guru yang seharusnya dihormati layaknya orang tua sendiri malah dianiaya. Kalau siswa mendapat hukuman karena tidak mematuhi aturan sekolah, orang tuanya malah melaporkan ke polisi. Belum lama ini, malah ada seorang guru perempuan yang dicukur rambutnya secara semena-mena oleh orang tua siswa karena tidak terima anaknya dicukur guru tersebut. Padahal yang dicukur bukan cuma anaknya seorang. Teman-temannya pun mendapat hukuman serupa karena melanggar aturan disiplin sekolah.

Kekhawatiran orang tua terhadap prestasi anaknya seolah-olah menjadi peluang bagi tumbuh suburnya bimbingan belajar, terutama di kota-kota besar. Berbagai paket bimbingan belajar ditawarkan, mulai dari yang standar sebagai pendampingan pelajaran sehari-hari plus membantu pengerjaan pekerjaan rumah, kelas semiprivat dengan jumlah siswa terbatas dan biaya yang wow, hingga paket intensif untuk menghadapi ujian nasional. Biaya untuk mengikuti bimbingan belajar lebih mahal daripada biaya sekolah, tapi orang tua mengikhlaskan demi nilai yang baik dan bisa meneruskan pendidikan di lembaga yang bermutu.

perlukah anak ikut bimbel

perlukah bimbel

Tidak Semua Perlu
Kalau ditanyakan apakah anak perlu mengikuti bimbingan belajar, jawabannya bisa iya bisa tidak. Menurut Suhati Kurniawati, psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, tidak semua anak memerlukan bimbingan belajar. Namun, karena semua temannya mengikuti bimbingan belajar, anak yang pintar menjadi tidak percaya diri menghadapi ujian. Ia menjadi tegang dan ragu-ragu sehingga nilainya tidak memuaskan. Menurut Suhati, bimbingan belajar merupakan sebuah kebutuhan yang diciptakan. Persaingan ketat memasuki lembaga pendidikan favorit membuat semua siswa berlomba-lomba mengikuti bimbingan belajar yang dipercaya bisa membantu menyelesaikan permasalahan siswa.

Tidak semua anak memiliki daya tahan tubuh yang baik. Setelah seharian mengikuti pelajaran di sekolah, minimal enam jam, anak masih diharuskan mengikuti bimbingan belajar agar nilai rapornya selalu baik. Mengikuti pelajaran bukanlah pekerjaan ringan. Anak dituntut terus berpikir. Kalau gurunya mengajar dengan menyenangkan, beban anak menjadi ringan. Tetapi, kalau gurunya terus menjejali anak dengan teori, rasa lelah sudah pasti mendera tubuhnya. Jika setelah pulang sekolah masih harus mengikuti bimbingan belajar, bukan tidak mungkin anak menjadi sakit-sakitan.

Terbiasa dibimbing saat belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah membuat anak bergantung pada mentor. Anak tidak bisa belajar secara mandiri. Padahal seharusnya, pendidikan di sekolah mempersiapkan anak untuk mampu belajar sendiri. Kelak, di perguruan tinggi, anak harus aktif mencari tahu informasi mengenai bidang yang ditekuninya, bukan sekadar menerima materi dari dosen di kelas.
Bagi siswa yang orang tuanya mampu membayar biaya bimbingan belajar, bukan masalah untuk mengikuti bimbingan belajar sejak awal masuk sekolah. Namun, tidak semua orang tua mampu mengeluarkan biaya yang minimal mencapai Rp5 juta untuk satu paketnya. Ketika teman-temannya mengikuti bimbingan belajar sementara dia sendiri tidak ikut, tentunya ada rasa terpinggirkan atau tertinggal dari yang lain. Hal itu membuat suasana pertemanan menjadi tidak sehat.

Meski demikian, bimbingan belajar memang memberikan banyak hal yang tidak didapat siswa di sekolah. Cara menyelesaikan soal dengan cepat dan mudah, try out ujian secara berkala, suasana belajar yang umumnya menyenangkan, mengulang kembali pelajaran di sekolah yang belum dimengerti siswa, serta trik-trik mengerjakan soal ujian agar mendapat nilai yang lebih tinggi merupakan beberapa keuntungan mengikuti bimbingan belajar. Jadi, silakan orang tua memilih.

 

Foto pexels

(Visited 63 times, 1 visits today)