Kisah Anak-Anak Pemburu Koin di Bakauheni #Cintarupiah

Cinta rupiah – setiap pulang mudik lebaran dari Jawa ke Sumatera saat kuliah dulu, saya selalu menggunakan bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Ketika sampai di pelabuhan Merak, bus akan antri untuk menaiki kapal yang akan menyeberang ke Lampung. Setelah sampai di pelabuhan Bakauheni, saya selalu menyaksikan pemandangan unik anak-anak koin yang beratraksi dan berjumpalitan dari kapal.

Mereka akan berteriak merayu penumpang agar melemparkan koin ke dalam laut, kemudian terjun dan berenang dengan lincah mengejar koin-koin tersebut. Sangat menyenangkan saat melihat mereka berebutan dengan anak-anak yang lain. Setelah koin di dapat, maka mereka akan menunjukkannya kepada penumpang yang tadi melemparkan koin tersebut dengan gembira.

Penghasilan dari berburu koin mungkin hanya cukup untuk menyambung hidup keluarga mereka beberapa hari, tetapi hal itu tidak memudarkan semangat mereka. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan anak-anak usia sekolah itu mengambil keputusan untuk menekuni pekerjaan sebagai pemburu koin di lautan, yang jelas mereka sangat menikmati pekerjaan itu tanpa mengeluh. Tidak ada gurat kesedihan di wajah-wajah polos itu.

Ada rasa haru dan gembira saat melihat anak-anak itu memperjuangkan setiap rupiah yang dilemparkan. Saya tidak akan segan-segan mengeluarkan koin Rp1.000,00 dan menghabiskan semua koin yang saya punya demi melihat tawa mereka. Kulit hitam legam dengan rambut yang selalu basah, serta tubuh yang menggigil dan bibir yang membiru, membuat saya menyadari bahwa setiap rupiah yang dimiliki harus kita hargai. Betapa banyak orang-orang di luar sana yang sangat kesulitan mendapatkan uang walaupun hanya sekeping logam, bahkan terkadang harus mempertaruhkan nyawa.

Anak-anak koin itu memang sangat mahir berenang di laut, tetapi kecelakaan

juga bisa menimpa karena mereka tidak dibekali dengan alat-alat penunjang keselamatan. Bisa saja tubuh kecil mereka terbentur dinding kapal saat melompat atau tersedot baling-baling saat menyelam di dalam laut. Selama ini mereka hanya mengandalkan pada keahlian berenang, pengalaman, dan keberuntungan.

Semoga hal ini bisa mendapat perhatian pemerintah dan dicari solusi terbaik bagi anak-anak generasi penerus bangsa. Sudah jelas bahwa anak-anak pemburu koin ini adalah anak-anak yang cinta rupiah.

 

foto beritaphoto

(Visited 8 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *