Parenting –  Membaca merupakan keterampilan yang harus dipelajari secara khusus. Tidak seperti berbicara yang muncul dengan sendirinya asalkan cukup rangsangan. Pada umumnya, dalam waktu tidak terlalu lama setelah belajar, anak akan mampu membaca. Namun, ada sebagian anak yang setelah diajari tidak juga mampu membaca dengan baik. Anak-anak seperti itu disebut mengalami kesulitan membaca.

Kesulitan membaca bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti tidak dapat mendengar, mengalami keterlambatan bicara, intelejensia yang kurang, lingkungan yang kurang mendukung, dan faktor kesehatan lain. Namun, ada kalanya anak mengalami kesulitan membaca meskipun semua faktor tersebut sudah disingkirkan. Para ahli menyebutnya disleksia.

Penderita disleksia tidaklah bodoh. Ia sama seperti anak normal lainnya. Kesulitannya hanya pada membaca. Padahal membaca sangat penting dalam proses belajar di sekolah, sebagai kemampuan dasar untuk mempelajari bidang-bidang lain. Anak disleksia biasanya memiliki kelebihan di bidang lain, seperti matematika atau kesenian. Intelejensianya pun normal, bahkan bisa lebih tinggi dari teman-temannya.

Biasanya, anak ketahuan menderita disleksia ketika sudah memasuki masa sekolah. Tanda-tandanya seperti berikut ini.
1. Sulit mengeja huruf.
2. Terbalik membaca huruf. Misalnya, b dibaca d atau m dibaca w. Anak seperti membaca di depan cermin sehingga terbalik melihat bentuk.
3. Paham dengan bentuk huruf, tetapi gagal menggabungkan huruf dengan huruf. Misalnya, ia tahu huruf m, a, k, a, n, tetapi begitu disatukan ia mengalami kesulitan.
4. Terbalik-balik dalam membaca. Misalnya, kata “akan” dibaca “anak”. Anak membaca sesuai dengan kata yang lebih dikenalnya.
5. Kesulitan memahami kalimat. Anak bisa membaca kata per kata tetapi gagal memahami isi kalimat secara keseluruhan.
6. Salah mengeja huruf yang bunyinya berdekatan, seperti d dan t atau g dan k.

Ajari Sendiri
Kehadiran orang tua sangat memengaruhi perkembangan anak. Anak yang memiliki orang tua peduli dan rajin membimbingnya sangatlah beruntung. Latihan berikut ini, yang diambil dari hellosehat.com, bisa dicontoh untuk membimbing anak yang mengalami kesulitan membaca.

mengatasi anak susah membaca

Mengajari anak membaca

1. Tunjuk satu kata. Sebut saja “mata”. Bacakan dengan suara keras. Minta anak mengeja huruf demi hurufnya. Bantu anak menganalisis huruf-huruf pembentuk kata itu.
2. Tebarkan segenggam pasir di atas kertas. Minta anak menuliskan kata “mata” dari pasir tersebut. Perintahkan ia mengeja huruf yang sedang ditulisnya, kemudian sebutkan dengan keras.
3. Minta anak menggunakan dua jarinya, telunjuk dan jari tengah, untuk membuat tulisan di udara. Selesai satu huruf, minta ia menyebutkannya dengan keras. Dengan cara ini, hubungan antara bentuk dan bunyi akan terbentuk melalui “memori otot”.
4. Minta anak menyusun sebuah kata menggunakan mainan balok huruf warna-warni. Sambil selesai, perintahkan anak mengucapkan kata itu dengan keras.
5. Bagilah satu lembar karton menjadi tiga kolom, yakni “baca”, “susun”, dan “tulis”. Sediakan spidol dan mainan balok huruf. Tulis sebuah kata di kolom “baca”. Minta anak melihat huruf-hurufnya. Setelah itu, minta anak menyusun lagi kata tersebut di kolom “susun” menggunakan balok huruf. Kemudian, minta anak menuliskan kata itu di kolom “tulis” dan mengucapkannya dengan keras.
6. Ajak anak mengeja huruf. Kata “mata” misalnya. Minta anak menempelkan jari telunjuk ke ibu jari saat mengucakan huruf “m”, jari tengah ke ibu jari saat menyebut huruf “a”, dan jari manis dengan ibu jari ketika mengucapkan huruf “t”.
7. Sediakan selembar kertas. Tuliskan sebuah kata, misalnya “ayam”, pada kedua sisi kertas. Di satu sisinya, bentuk sebuah gambar dari kata tersebut, misalnya menggambar paruh ayam.
8. Print kata-kata yang biasa dipakai dalam kalimat, seperti “saya”, “kamu”, dan sejenisnya, “ke”, “di”, dan sejenisnya, serta nama-nama anggota tubuh. Tempelkan di dinding kamar anak. Dengan ditempel di dinding, anak akan selalu melihat kata-kata tersebut dan akan terus mengingatnya.
9. Bacakan cerita sambil meminta anak melihat tulisan dan juga ilustrasinya. Minta anak menandai kata-kata penting atau kata-kata yang tampak panjang. Setelah itu, minta anak menuliskan ulang kata-kata yang telah ditandainya.

Para ibu hendaknya tidak mudah menyerah menghadapi anak yang kesulitan membaca. Belajarlah dari para tokoh dunia yang di masa kecilnya dianggap bodoh, seperti Einstein, Thomas Alfa Edison, dan Lee Kuan Yew. Peran seorang ibu sangat penting. Andai saja mereka tidak memiliki ibu yang luar biasa, tentu akan lain ceritanya.

 

 

foto pexels

(Visited 24 times, 1 visits today)