Kemampuan onlineshop dalam menjangkau pelanggan tidak dapat kita pungkiri lagi. Onlineshop mampu menjangkau berbagai macam kalangan dan daerah. Salah satu kalangan yang paling terkena dampak onlineshop adalah ibu-ibu, terutama ibu yang bekerja. Padatnya aktivitas membuat belanja online dengan menggunakan transaksi non tunai menjadi solusi solutif untuk mereka.
Keberadaan transaksi non tunai cukup memberikan pengaruh signifikan terhadap gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya wanita karir yang kesehariannya harus berkutat dengan pekerjaan. Seluruh waktunya habis untuk bekerja di kantor, sehingga semuanya ingin dimiliki dengan cara instan. Transaksi non tunai hadir bagaikan oase di tengah kesibukan mereka, meski sibuk dengan segudang pekerjaan tetap saja mereka dapat berbelanja dengan sangat mudah.
Menjamurnya toko online baik melalui portal maupun media sosial cukup membantu ibu-ibu modern. Mereka dapat dengan mudah mendapatkan barang yang diinginkan tanpa repot-repot keluar kantor. Memilih barangpun menjadi serba mudah, mereka tinggal mengambil gadget kemudian memilih barang apa saja yang diinginkan. Masalah pembayaran? Tentu saja itu bukanlah masalah untuk mereka, ada beberapa yang melakukan transaksi melalui ATM ada juga yang lebih praktis, transaksi menggunakan e-banking.

Menurut penuturan beberapa wanita karir (ibu yang bekerja) transaksi non tunai sangat membantu mereka. Bisa berbelanja dimanapun dan kapanpun. Dalam perjalanan keluar kota, saat perjalanan pulan, saat hendak tidur mereka dapat berbelanja sekaligus bertransaksi.

Keinginan dari para ibu memberikan hal yang terbaik untuk anaknya membuat mereka sangat aktif memanfaatkan belanja melalui dunia maya ini. Misalnya, saat si anak menginginkan sepatu roda baru, awalnya mereka hanya ingin mengetahui kisaran harga sepatu roda dengan mencari di google, mulai membandingkan satu harga dengan harga lain. Setelah pas di hati, pas di kondisi kantong dan pilihan sesuai, kemungkinan besar mereka membeli barang tersebut kemudian menggunakan transaksi non tunai untuk mendapatkan barang. Apalagi menurut penelitian sekitas 36 persen ibu-ibu masa kini sangat ingin memberikan servis terbaik untuk anak-anak mereka. Meskipun demikian para ibu-ibu jangan sampai terjebak hutang karena pembelian melalui media online tidak dibatasi. Meskipun kekinian tetap harus menggunakan perencanaan agar tidak besar pasak daripada tiang.

(Visited 141 times, 1 visits today)