Apakah Seorang Karyawan Perlu Melek Digital

Perlukah karyawan melek digital ? Ya, judul artikel ini lumayan membuat kepo beberapa pihak, meskipun pada dasarnya kita semua tahu apa nanti jawabannya. Saya IsahKambali founder IbuDigital ingin sekedar bercerita tentang beberapa event yang saya ikuti dan diskusi yang lumayan menarik yaitu pembahasan tentang Karyawan dan Dunia Digital atau dengan kata lain digital for employee.

Awal september saya diberikan kesempatan oleh Idtalent untuk mengisi sesi coaching sosial media for branding di salah satu kampus broadcasting di Jogja, pesertanya adalah mahasiswa yang akan terjun kedunia kerja. Saya meriset banyak tentang digital for employee baik dalam maupun luar negeri. Sayangnya konten yang berhubungan dengan karyawan ini sangat terbatas. Bahkan saya mengajak beberapa kolega yang berkecimpung di dunia SDM, mereka ngeh dengan fenomena ini tapi belum ada perumusan peraturan yang jelas di perusahaan-perusahaan. Jadi, menyadari tapi belum membuat RULES.

Sebelum masuk lebih dalam lagi, saya akan mengulas lebih detail lagi tentang Melek Digital untuk Karyawan, dan saya akan mendahuluinya dengan beberapa pertanyaan ?

  1. Apakah Karyawan harus melek digital ? harus tahu tentang sosial media ? artikel di blog, video youtube dll ?
  2. Apakah karyawan sudah menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari ? Bagaimana pengunaan mereka untuk membantu perusahaan dimana mereka bekerja ?
  3. Apakah karyawan menceritakan kehidupannya di sosial media ? Apakah menceritakan juga “aktivitasnya di tempat kerja”?
  4. Apakah ada contoh kasus, salah menulis status berujung PHK dalam hitungan hari bahkan jam?
  5. Apakah karyawan tahu bahwa sosial media berpengaruh dalam kehidupan profesionalnya ?

Ya, dalam 5 pertanyaan sederhana tersebut, anda dapat menyebutkan jawabannya dengan JELAS bahkan mungkin mulai berpikir bahwa semuanya mempunyai EFEK atau AKIBAT dalam kehidupan profesional anda.

Pernah mendengar cerita bahwa ada seorang karyawan yang menghina ulama lalu beliau banjir cacian, dan kritik itupun akhirnya berujung ke perusahaan dimana dia bekerja. Atau yang miris sekali, ketika ada salah satu pimpinan “kurang tepat” membuat statemen akan sesuatu fenomena kejadian yang akhirnya mengundang boikot untuk menggunakan produk tersebut yang efeknya adalah penjualan jatuh, saham bahkan berujung menjadi backlist oleh netizen.

Ya, sebenarnya kita sering mendapat cerita atau membaca berita tentang “salah status yang berujung PHK bahkan dipidanakan” , kita sering bahkan mungkin orang terdekat anda. Tapi, pertanyaannya adalah “apakah anda sudah benar-benar tahu efek dari status anda?.

Status keluh kesah tentang kurangnya nyamannya bekerja, atasan yang suka menghimpit, rekan yang tidak kooperatif bahkan mungkin visi perusahaan yang tak sesuai dengan anda, mungkin akan menjadi KICKBACK untuk dunia profesional anda. Niat hati yang ingin mengutarakan pendapat malah berujung PHK, niat hati yang ingin curcol malah berujung mendapat surat peringatan. Dan yang lebih kerennya lagi, karena salah sikap kita .. maka berujung BRAND perusahaan ikut nyungsep.

 

Ya.. melek digital tidak sekedar status yang kita posting, tapi kita juga harus tahu apa efek kedepannya.POSITIF atau NEGATIF

 

Berikut ada sedikit materi paparan saya tentang social media, bisa dicek dibawah ini. Feel Free buat download

 

 

(Visited 82 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *