Jualah – Selama ini, salah satu hal yang saya lakukan tidak optimal dalam bisnis adalah berjualan. Saya berpikir, itu adalah tugas team sales dan team marketing. Apalagi saya masih berpegang dengan kata-kata dari orang yang saya segani “jangan ikut jualan produk atau jasa punya kamu, itu menurunkan harga diri kamu.”

Namun, kesadaran itu tahun lalu mulai terkikis. Berawal dari mendengarkan presentasi bapak Randy Lianggara, CEO AXA Mandiri sesaat sebelum saya memberikan seminar di perusahaan itu. Berdiskusi dengan Kang Harry Firmansyah, seorang trainer jempolan dari Bandung yang juga alumni Akademi Trainer. Dan terakhir, menemani pak Aris Mufti, Pak Sugiharto, Ust Yusuf Mansur dan tokoh-tokoh lainnya bertamu ke rumah Gubernur Jabar, untuk menawarkan program kerjasama.

Pernyataan yang menohok saya dari kang Harry “apabila pak Jamil punya produk atau jasa jelek dan buruk kemudian dijual maka itu berdosa. Sebaliknya, apabila bapak punya produk yang sangat bagus dan memberi manfaat kepada banyak orang dan TIDAK dijual, bapak juga berdosa.” Kemudian Kang Harry meyakinkan saya betapa banyak orang yang terbantu dengan buku-buku yang saya tulis dan training-training yang saya lakukan.

Ternyata berjualan itu sangatlah mulia. Tentu apabila kita yakin bahwa produk atau jasa yang kita hasilkan itu berkualitas. Selama ini, saya hanya fokus pada kualitas dan manfaat dari produk yang saya kemas. Dan saya selalu menekankan kepada team saya “jangan pernah menjual produk rongsokan atau asal-asalan. Buat yang terbaik.” Sayangnya, begitu produk sudah jadi, saya tidak ikut “berjualan” secara optimal.

Produk terbaik tak boleh disembunyikan. Harus dijual dan ditawarkan agar banyak pemetik manfaat yang bisa menikmati dan merasakan. Saya pun kini senang jualan, hehehe.

Jamil Azzaini
CEO #KubikLeadership


Materi didapat dari group WA dan sudah atas persetujuan Kek Jamil Azzaini 😀

foto : Jamil Azzaini dot com

(Visited 231 times, 1 visits today)