Awal tahun biasanya telah marak adanya promo atau iklan sana sini dari berbagai Sekolah Dasar maupun Taman Kanak- Kanak. Sebagai orangtua, seharusnya kita cerdas dalam memilih sekolah untuk anak. Memilih sekolah untuk anak, jangan ragu-ragu untuk melakukan survei terlebih dahulu. Mulai dari mengumpulkan brosur – brosur dari berbagai sekolah, browsing, datang ke sekolah yang diincar, atau bahkan mungkin meminta rekomendasi teman yang sudah terlebih dahulu memasukkan anaknya ke sekolah. Sebelum salah mendaftarkan si kecil, simak 7 tips cerdas memilih sekolah untuk anak;

tips memilih sekolah

tips memilih sekolah anak

  1. Libatkan Anak

Ajak anak untuk datang ke beberapa sekolah pilihan bunda meski hanya untuk sekedar lihat – lihat dan kenalan dengan beberapa guru disana. Menurut Dr. Rosmini, M.Psi, selaku psikolog dan pengamat pendidikan anak, “melibatkan anak – anak dalam memilih sekolah merupakan hal yang tepat”. Penting sekali melibatkan anak dalam pemilihan sekolah. Malah seharusnya, proses melibatkan anak ini sudah dilakukan sejak preschool”, kata perempuan yang akrab disapa Bunda Romi ini.

Bunda Romi menambahkan, “Ajak anak untuk ikutan school shopping, membuat kita bisa meminta anak untuk memilih calon sekolah pilihan yang paling nyaman buat dia.”

2. Jarak Sekolah dengan Rumah

Untuk anak usia TK dan SD, jarak sekolah jadi hal yang harus dipertimbangkan. Sekolah yang jaraknya tidak terlalu jauh lebih sesuai untuk anak usia sekolah TK dan SD. “Buat anak TK lebih baik jarak sekolah benar – benar dekat dengan rumah. Sementara anak SD, sudah bisa bersekolah ditempat yang lebih jauh tapi bukan berarti harus pindah kota juga,” jelas Bunda Romi. Sekolah terlalu jauh membuat anak menjadi terlalu lelah mulai dari harus bangun pagi sehingga tidak cukup waktu istirahat membuat konsentrasi belajar menurun atau tidak baik.

3. Visi & Misi Orangtua

Memilih sekolah yang tepat untuk anak tentulah yang sesuai dengan visi dan misi orangtua menyangkut pendidikan. Misalnya, orangtua yang memasukkan anaknya di sekolah yang mengutamakan pendidikan agama, harus yakin kalau pendidikan agama yang diberikan mereka dirumah juga sama bagus dan diutamakan. “Jangan memilih sekolah yang mengutamakan agama, dengan alasan di rumah tidak ada yang mengajarkan. Ini malah membuat anak bingung karena apa yang diajarkan di sekolah bertentangan dengan keseharian,” ujar Bunda Romi.

4. Finansial

Tentunya sebagai orangtua kita ingin memasukkan anak di sekolah yang memiliki fasilitas dan sistem belajar terbaik. Tapi jangan lupa memperhatikan kemampuan finansial kita. Tanyakan pada diri sendiri, mampukah kita menyekolahkan anak di tempat tersebut. Misalnya, bila kita ingin menyekolahkan anak di sekolah internasional, pastikan kita mampu membayar biaya sekolah anak bukan hanya saat ini tapi seterusnya hingga lulus. “Ada beberapa sekolah negeri tidak bisa menerima lulusan dari sekolah internasional karena kurikulum berbeda. Jangan sampai anak jadi susah, bila suatu waktu kita tidak sanggup lagi membayar biaya menyekolahkan anak di sekolah internasional,” kata Bunda Romi.

5. Tidak betah, Jangan Langsung di Pindahkan!

Walaupun akhirnya bersekolah di tempat yang dipilihnya sendiri, namun ada beberapa anak yang tetap tidak betah. Mereka terlihat malas pergi ke sekolah bahkan banyak membolos. Menurut Bunda Romi, mengeluarkan dan memindahkan anak bukan solusi yang tepat. “Nggak cocok pasti ada penyebabnya. Misalnya dia nggak cocok karena di-bully temannya, takut sama guru, atau tidak bisa bergaul dengan teman – teman. Penyebabnya harus dilihat dan dicari tahu. Ajak anak bicara karena memindahkan sekolahnya bukan solusi yang tepat,” ujarnya. Baca Juga Bagaimana Mendidik Anak di era Digital .

Sebagai orangtua bijak, ada baiknya memperhatikan beberapa hal penting diatas sebelum mendaftarkan anak ke sekolah. Jangan sampai salah memilih pendidikan untuk si kecil ya, Bunda.

 

foto pexels

(Visited 4 times, 1 visits today)